Ini Tiga Tantangan bagi Generasi Milenial | BECABUILT

Ini Tiga Tantangan bagi Generasi Milenial

Jakarta, becabuilt.technology – Perkembangan pesat internet telah mengubah perilaku kalangan muda milenial di Indonesia. Berdasarkan kajian Alvara Research, ada tiga hal atau tantangan yang harus dihadapi generasi milenial dalam kehidupan saat ini.
“Tiga hal yang paling utama dialami generasi milenial, yaitu tidak ada batas antara dunia maya dan nyata, perilaku instan, serta arus informasi yang sangat cepat,” ujar Founder dan CEO Alvara Research, Hasannudin Ali saat dihubungi becabuilt.technology, Selasa (20 Agustus 2019).
Pada hal pertama, kata Ali, perilaku generasi milenial sangat bergantung pada teknologi sehingga menyebabkan tidak ada lagi batas antara dunia maya dan nyata. Hal tersebut bisa terlihat dari banyaknya aplikasi yang dipakai mereka, seperti aplikasi transportasi, makanan, dan berbelanja.
Menurut Ali, dengan adanya digitalisasi beberapa hal bisa menjadi hilang, misalnya, angkot akan semakin berkurang dengan adanya ojek online. Warung makan akan semakin berkurang dengan adanya sistem pesan makanan online. Begitu juga dengan sektor ritel, pusat perbelanjaan kalah bersaing dengan pasar online.
“Bisnis akan berubah dengan adanya digitalisasi. Dalam riset kami, ritel akan berkurang karena ada komoditas yang lebih disukai saat belanja online, seperti fashion, gadget, dan elektronik,” kata dia.
Kedua, pola pikir yang instan. Menurut dia, saat ini cita-cita generasi milenial sudah bergeser. Keinginan untuk sukses dan berpenghasilan besar ingin didapatkan dengan cara yang sangat mudah. Belum lagi ada kebiasaan mereka yang selalu berpindah tempat kerja dalam jangka waktu yang sangat cepat.
“Cita-cita mereka semua bergeser, menjadi seorang YouTuber adalah cita-cita yang baru,” kata Ali.
Terakhir, arus informasi yang sangat cepat. Informasi dengan isu penting seperti isu pendidikan,misalnya, akan mudah menghilang dan kalah dengan isu yang sangat ramai di media sosial.
Untuk itu, menurut dia, generasi milenial harus lebih cepat dan tanggap dalam menghadapi isu-isu yang ada. Terlebih, isu-isu provokatif yang cenderung memecah belah kehidupan masyarakat.
Redaktur: Andi Nugroho