Ini Empat Tips Keamanan Data Pribadi dari Miss Internet 2018 | BECABUILT

Ini Empat Tips Keamanan Data Pribadi dari Miss Internet 2018

Jakarta, becabuilt.technology – Miss Internet Indonesia 2018, Nathasya Silaen, punya sejumlah tips untuk menjaga keamanan data pribadi dalam berinternet dan bermedia sosial.
Era digitalisasi, kata dia, mengharuskan setiap orang memikirkan aspek keamanan data pribadi di dalam konektivitas yang tanpa batas.
“Karena sekarang ini kita tidak bisa hidup tanpa media sosial, semua saling terhubung dan informasi bisa menjadi milik semua orang,” kata Nathasya kepada becabuilt.technology usai diskusi publik Cybersecurity For Personal di MNC Hall Conference di Jakarta, Rabu (3 Juli 2019).
Tips pertama dari Nathasya adalah think before you click. Kenapa ini penting? Menurut dia, zaman di mana aliran informasi begitu cepat dan sangat banyak, maka diperlukan semacam firewall diri sendiri agar data pribadi kita tidak di obral lewat sebuah klik.
“Perhatikan benar-benar link yang anda lihat. Pikir dulu, cermati dulu, apakah original atau tidak dan kalau bisa ditelusuri asal usulnya,” kata Nathasya.
Tips kedua adalah observe before you submit. Maksudnya, apakah penyelenggara data (data controller) atau pengumpul data (data processor) ini bertanggung jawab menjaga keamanan dan rahasia data pribadi.
Nathasya mengingatkan bahwa nama, alamat, nomor email, nomor telepon, jenis kelamin, tanggal lahir sampai golongan darah sudah harus dilindungi. Dan perlindungan data kini tengah menjadi tren global.
“Kalau (data pribadi) itu sampai dilindungi UU, berarti itu sesuatu yang berharga. Karena masyarakat akan concern dan di situ ada concern pemerintah.”
Ketiga saring sebelum sharing. Konteks ini lebih kepada disinformasi dan hoaks yang menjadi permasalahan Indonesia. Hoaks, kata dia, bukan lagi sebagai penyebaran informasi semata, tetapi sudah masuk ke dalam serangan siber dan ancaman lebih jauh.
“Misal kita share informasi atau berita dengan iming-iming kupon ini, kupon itu atau hadiah. Nah, hati-hati di situ ada malware atau phising yang salah satu targetnya mencuri data pribadi,” ujarnya.
Terakhir adalah biasakan untuk back up data dan informasi. Menurut Nathasya, kebanyakan orang kini tidak tahu ada apa di balik gadget mereka.
Ketika gadget itu rusak, hilang, berpindah tangan atau dipinjam sebentar tentu ada kerawanan sehingga data itu harus ada back up.
“Anda biasanya tidak akan tahu bagaimana gadget di dalamnya, koneksi internet bagaimana dan sebagainya. Makanya, back up itu penting karena kalau ada apa-apa kita sudah punya salinannya.”