Heboh YouTuber Kimi Hime, Muncul Perang Petisi di Change.org | BECABUILT

Heboh YouTuber Kimi Hime, Muncul Perang Petisi di Change.org

Jakarta, becabuilt.technology – YouTuber Kimi Hime sedang menjadi sorotan lantaran video-video yang dibuatnya terlalu vulgar dan cenderung berbau pornografi.
Kementerian Komunikasi Informatika pun telah melayangkan pesan di akun Instagram-nya dan lewat email pribadinya. Surat itu dikirimkan ke Kimi lantaran Kementerian mendapatkan dari dari Komisi I DPR RI. Komisi I sendiri menerima informasi konten-konten Kimi tersebut dari Asosiasi Pengawas Penyiaran Indonesia (APPI).
Sebelumnya, warganet telah ramai mempermasalahkan konten-konten yang dibuat Kimi Hime yang saat ini telah mendapatkan 2,25 juta subscriber di akun YouTube-nya
Pemilik nama asli Kimberly Khoe itu mengenalkan dirinya sebagai penggemar game. “Saya telah bermain game sejak kecil dan saya menyukainya hingga sekarang,” tulis dia di akun YouTube-nya.
Dia suka membuat video tentang bermain PUBG mobile, Mobile Legends, dan DotA 2 dan video lainnya. Perempuan kelahiran 4 Januari 1990, menurut Wikipedia, tersebut adalah sarjana Sistem Informasi dari Universitas Bunda Mulia.
Konten-konten yang dibuat Kimi memang mengundang kontroversi karena dianggap terlalu sensual. Dari sinilah, muncul pertarungan petisi di Change.org.
Hingga Rabu (24 Juli 2019), ada tiga petisi yang dibuat di Change.org dan masih aktif bergerak mendapatkan dukungan.
Petisi pertama dibuat oleh Muhammad Habibie dengan judul “Hapus Channel Kimi Hime”. “Internet itu luas dan bukan cuma kalangan dewasa saja yg memanfaatkannya untuk mencari informasi-informasi baru. Beberapa konten di akun YouTube Kimi Hime sudah melenceng dari kontem utama YouTube-nya,” tulis Habibie dalam petisi itu.
Menurut Habibie, banyak anak yang menonton videonya karena mengira itu channel yamg membahas tentang game. “Namun lama kelamaan, Kimi Hime mulai mengabaikan itu dengan mengupload konten yang dikhususkan untuk orang dewasa,” tulis Habibie.
“Mungkin demi popularitas atau ingin sharing betapa besar t***k-nya. Bukannya apa,¬† yang saya takutkan adalah efek dari konten dewasa tersebut yang membuat¬† generasi kita menjadi buruk.”
“Apa lo tega generasi kita otaknya berisi bokep?! Bagi yamg masih berpikir sehat pasti menjawab ‘Tidak’. Semoga pihak YouTube menanggapi petisi ini dan bergerak cepat demi kebaikan generasi Indonesia,” tulis Habibie.

Tangkapan layar dari petisi yang dibuat Arya Endank di Change.org, Rabu (24 Juli 2019).

Hingga Rabu pukul 12.56 WIB, petisi tersebut telah diteken oleh 1.961 orang. “Karena konten pada channel Kimi Hime terlalu vulgar untuk anak-anak,” tulis Muhammad Timoti dalam kolom komentar petisi itu.
Ada pula yang menulis,”Gak bermutu, pamer bagian tubuh, kasian bocah-bocah,” tulis Rizky Pratama.
Petisi kedua, berjudul “Dukung Kimi Hime Tetap Eksis!!” yang dibuat oleh Philipus Safrudin. Petisi ini hingga Rabu siang baru mengumpulkan 225 pendukung yang telah dibuat sejak enam bulan lalu. Petisi ini sebagai tandingan yang dibuat Habibie enam bulan lalu juga.
Philipus menulis begini dalam petisi itu:
“Ada petisi lain yang menolak eksistensi Kimi Hime di youtube akibat kontennya bikin ngaceng. Petisi ini adalah lawannya, terinspirasi dari gerakan Nurhadi Aldo, kami juga meminta dukungan teman-teman untuk mendukung Kimi Hime agar tetap melanjutkan karirnya.”
Wajar di setiap sisi kehidupan selalu ada dua kubu yang berlawanan pendapat. Kodratnya juga wanita dianugrahi tubuh yang indah untuk memikat pria. Ng***ng juga adalah kodrat pria sebagai bagian nafsu. Apakah salah?”
“Hei itu tidak benar karena dia mengumbar aurat dan banyak anak di bawah umur dan judul kontennya menjurus pornografi!! Sepertinya kaum munafik gak ada kerjaan buat petisi anti Himi. Toh derita neraka ditanggung masing-masing, tidak bersama-sama,” demikian tulis Philipus.
Dalam kolom komentar, petisi itu juga dapat dukungan. “Lanjutkan, pemersatu Indonesia ini. Kimi D Hime,” tulis Fajar Revianto. Lalug, ada komentar dari Ilham Darajat yang mengatakan, “Yang bikin petisi buat hapus konten Kimi Hime alay…#SaveKimiHime,” tulis dia.
Sebelum dua petisi itu, ada satu petisi yang lebih dulu mengkritik konten-konten Kimi Hime. Petisi pertama menolak Kimi Hime ini dibuat oleh Arya Endank pada tujuh bulan lalu dengan judul: “Tutup Akun YouTube Kimi Hime”.
Arya menulis dalam pengantar petisinya seperti ini:
“Saya ingin menyelamatkan generasi anak bangsa dengan Membuat petisi ini, saya harap pihak YouTube agar menutup channel milik Kimi Hime.”
“Kimi sering kali mengumbar aurat dan sering menyebar clikbait yang menjerumus ke pornografi. Channel Kimi hime sering kali ditonton anak kecil yang memiliki bobi bermain game dan tentu ini sangat merusak generasi bangsa,” tulis Arya.
Petisi tersebut kini telah mendapatkan dukungan sebanyak 4.612 hingga Rabu siang. Komentar para pendukung petisi ini semua kompak menolak konten Kimi karena mengarah ke konten pornografi.
“Konten mulai dari judul dan isi mengarah ke (18+) tapi tidak ada batasan usia untuk viewers,” tulis Atma Yoga enam bulan lalu.
Yang lain pun berkomentar, “Giliran channel berpendidikan subscribernya sedikit, channel sampah subscribernya banyak,” tulis Muhammad Fachril.
Nah, kini kamu sebagai pembaca berita ini, mau pilih yanng mana?