Efek Terlalu Lama Bermain Smartphone Berisiko Obesitas | BECABUILT

Efek Terlalu Lama Bermain Smartphone Berisiko Obesitas

London, becabuilt.technology – Apa efek terlalu sering bermain ponsel pintar bagi kesehatan? Serangan jantung, diabetes, bahkan kanker, demikian sebuah riset terbaru.
Seperti diberitakan dari Mirror.co.uk, yang diakses Minggu (28 Juli 2019), riset terhadap 1.060 siswa itu menunjukkan bahwa mereka yang bermain setidaknya lima jam sehari sekitar 43 persen lebih rentan mengalami obesitas.
Responden tersebut terdiri atas 700 perempuan dan 360 laki-laki dengan usia kebanyakan antara 19-20 tahun. Riset dilakukan antara Juni hingga Desember 2018.
Mereka juga dua kali rentan terhadap risiko penyakit kardiovaskular dan penyakit potensi fatal  lainnya. Kebiasaan buruk lainnya adalah cenderung mengonsumsi makanan cepat saji, permen, makanan ringan, minuman bersoda yang memabukkan, dan tidak cukup berolahraga.
Dr Mirary Mantilla-Morron, penulis utama riset juga fisioterapis dari Universitas Simon Bolivar, Barranquilla, Kolombia, mengatakan, pemakaian gawai memang cenderung memicu gaya hidup tidak sehat.
Menurut dia, gawai saat ini menjadi bagian sentral dari kehidupan dan hiburan, terutama bagi kaum muda, sehingga membuat mereka cenderung malas bergerak. Akibatnya, kebiasaan itu mempengaruhi otot dan sendi dan bisa memicu penyakit radang sendi.
“Menghabiskan terlalu banyak waktu di depan smartphone memudahkan perilaku tidak aktif, mengurangi waktu aktivitas fisik, meningkatkan risiko kematian dini, diabetes, penyakit jantung, berbagai jenis kanker, ketikdaknyamanan oesteoarticular, dan gejala muskuloskeletal,” ujar Dr Mantilla-Morron di pertemuan American College of Cardiology di Cartagena, Kolombia.
Dengan hasil penelitian itu, menurut dia, memungkinkan peneliti menyoroti salah satu penyebab utama obesitas dan faktor risiko penyakit kardiovaskular.
“Jumlah waktu seseorang terpapar pada penggunaan teknologi, khususnya penggunaan telepon seluler yang berkepanjangan (punya kecenderungan) juga berkaitan pada perkembangan obesitas,” ujar dia.
Lebih dari 26 persen dari responden yang kelebihan berat badan dan 4,6 persen yang mengalami obesitas mengaku menghabiskan lebih dari lima jam dengan ponselnya.
“Smartphone telah menyebar dengan cepat dan diterima sebagai sumber hiburan utama bagi masyarakat umum, terutama di kalangan anak muda. Smartphone telah menjadi bagian yang melekat dalam kehidupan manusia,” kata Dr Mantilla-Morron.
Sekarang ada 7,9 miliar perangkat di seluruh dunia; jumlahnya melebihi populasi penduduk planet ini. “Ini bukti menunjukkan ada lebih banyak orang muda yang memperoleh teknologi ini dan penggunaannya telah menurunkan aktivitas fisik sehari-hari,” ujar dia yang menyerukan agar para mahasiswa mengatur waktu bermain gawai.
Menanggapi temuan itu, Tam Fry, pelindung Yayasan Pertumbuhan Anak dan juru bicara National Obesity Forum, membenarkan penelitian tersebut. “Para peneliti itu benar sekali,” kata dia.
“Pengguna ponsel tampaknya tidak menyadari kebiasaan mereka. Kalau saja mereka tahu risiko kesehatan yang mereka lakukan, mungkin saja, mereka akan berhenti,” kata dia.
Menariknya, penelitian Dr Mantilla-Morron itu memiliki kesamaan dengan penelitian sebelumnya dengan responden yang jauh lebih banyak, yaitu 25.000 remaja di Amerika Serikat. Mereka yang menggunakan ponsel cerdas selama lebih dari lima jam sehari juga memiliki peluang 43 persen lebih besar untuk menjadi gemuk. Selanjutanya, sekitar 79 persen responden mengaku kurang tidur dari delapan jam–waktu ideal yang direkomendasikan setiap malam.