Duh, Netflix Akan Kehilangan 14 Juta Pelanggan di AS? | BECABUILT

Duh, Netflix Akan Kehilangan 14 Juta Pelanggan di AS?

NewYork, becabuilt.technology – Netflix  layanan yang memungkinkan pengguna menonton tayangan kesukaan di mana pun, kapan pun, dan lewat medium apa pun (smartphone, smartTV, tablet, PC, dan laptop) dikabarkan akan kehilangan sekitar 14 juta pelanggan dari total 60 juta pelanggan di AS.
Pasalnya, Netflix akan memberlakukan aturan baru, yaitu menyangkan iklan di setiap layanan streaming-nya. Sebelumnya,  Netflix bersih dari iklan, penonton tak perlu menunggu jadwal penayangan serial televisi, dan bisa menentukan sendiri konten yang ingin dinikmati.
Melalui sebuah survei Hub Entertainment Research baru-baru ini, disebutkan sekitar 23 persen pelanggan mengatakan, mereka akan berhenti berlangganan Netflix, jika mulai menjalankan iklan di setiap layanan streaming-nya.
“Persentase itu akan mewakili hilangnya hampir 14 juta pelanggan dari 60 juta pelanggan Netflix di AS,” tulis riset tersebut, seperti yang dikutip dari CNBC,Sabtu, (6/7).
Namun, di sisi lain, responden juga mengamini langkah Netflix untuk menayangkan iklan, jika Netflix menurunkan harga berlangganan.
14 persen responden mengatakan, mereka pasti atau mungkin akan membatalkan langganan mereka, jika harga langganan  US$ 2 lebih murah dari yang mereka bayar saat ini. Angka itu turun menjadi 12 persen dengan diskon US$ 3.
“Temuan studi ini didasarkan pada survei terhadap 1.765 konsumen TV AS antara usia 16 dan 74 tahun yang menonton setidaknya satu jam di televisi selama seminggu, dan memiliki jaringan  broadband di rumah,” ungkap survei tersebut.
Survei ini dilkaukan, juga karena pihak periklanan berspekulasi bahwa Netflix akan membuat periklanan sebagai bagian inti dari bisnisnya suatu saat nanti.
Hal itu terjadi karena, meskipun Netflix tidak menjalankan iklan, tetapi terkadang, produk muncul dalam acara populer. Mereka membayar pihak ketiga untuk membantu memfasilitasi penempatan produk, karena permintaan pembuat acara.
Netflix kemudian mengumumkan kenaikan harga terbarunya di bulan Januari 2019. dengan meningkatkan rencana standar HD / High Definition paling populer dari US$ 11 menjadi US$ 13.
“Fokus kami dan keahlian kami benar-benar bebas dari komersial,” kata CEO Netflix, Reed Hastings, dalam sebuah wawancara pada 2015, seperti yang dikutip Reuters.
Di sisi lain, terdapat juga pesaing Netflix, yang semakin meningkat termasuk Hulu dan Comcast’sNBCUniversal yang sedang membangun model, yang didukung iklan dengan pertimbangan bahwa Netflix pada akhirnya akan mendukung iklan juga.
Di Indonesia Bagaimana?
Di Indonesia, Netflix sudah hadir sejak 2016. Saat itu, Netflix memberikan kemudahan pembayaran dengan harga yang relatif murah, yaitu mulai dari Rp 109.000.
Dengan jumlah tersebut, pengguna bisa mengakses koleksi film dan serial televisi yang terhimpun dalam perpustakaan Netflix. Syarat mutlaknya, pengguna harus memiliki jaringan internet yang mumpuni dan sebaiknya dengan kuota tak terbatas. Sebab, Netflix mengusung mekanisme streaming.
Bedanya Netflix dengan layanan streaming serupa, seperti Google Play Movies, iFlix, dan HOOQ, Netflix adalah pelopor layanan sewa film online. Didirikan sejak 1997, Netflix mengakomodasi arsip film paling lengkap dengan wilayah pengoperasian terbanyak.
Seiring tingginya penetrasi internet, layanan-layanan serupa bermunculan dengan beberapa modifikasi dan signifikansi pasar. Misalnya Google Play Movies yang khusus menyasar pengguna Android dan Chrome.
Mekanismenya pay-per-view atau membayar tiap menonton satu film. Sementara Netflix merupakan layanan on-demand atau membayar langganan secara bulanan tanpa batasan film yang ditonton.
iFlix dan HOOQ lebih mirip dengan Netflix. Bedanya, HOOQ fokus pada pasar lokal Filipina. Sementara iFlix lebih luas dengan jangkauan di Filipina dan Malaysia. Netflix sendiri sudah tersedia di 190 negara, termasuk Indonesia.
Untuk pasar Indonesia, ada tiga jenis layanan Netflix yang bisa dinikmati. Layanan tersebut adalah Basic, Standard, dan Premium. Perbedaan antara tiap paket terletak pada resolusi gambar film dan jumlah perangkat yang bisa digunakan lewat sebuah akun Netflix secara bersamaan.